going deeper into Product Development

Teknis Operasional

Pada bagian kedua, teknis operasional, akan dibahas lebih lanjut mengenai proses operasional dan pengukuran performanya.

Pertama, Managemen. Akan dibahas apa itu managemen dan beberapa kesalahan utama yang dibuat manager.

Kedua, Kartu Nilai Berimbang (Balance scorecard, BSC). Bagaimana cara mengukur atau menilai performa dari suatu managemen atau organisasi. BSC merupakan indikator performa dinamis yang dapat digunakan untuk mengggantikan cara penilaian tradisional yaitu menggunakan performa finansial saja.

2 Responses to "Teknis Operasional"

Bicara tentang OEE yang bisa diterapkan pada produksi yg berbasis mesin, bagaimana jika diterapkan pada produksi yg berbasis tenaga manusia murni, spt di tempat saya pabrik rokok SKT (sigaret kretek tangan)…?

pernah saya denger bisa gunakan OME…bisa berikan saya pencerahannya…bagaimana OEE diterapkan pada tempat saya ini?

salam dan thanks

Pak Purnomo, saya tuliskan artikel mengenai OLE (labour) atau OME (Man) atau OWE (workforce) atau OPE (Personel) sebagai bahan pertimbangan apakah masih akan menerapkan OLE di perusahaan Bapak.
Kalau usul saya: lakukan studi gerak dan ergonomis; kemudian lakukan pengukuran produktivitas secara kontinu. Dashboard bapak = peta group dengan produktivitasnya. Dengan peta indikator tersebut, saya rasa produktivitas akan terkendali.
Perbaikan terus menerus pada Studi gerak dan ergonomis akan meningkatkan produktivitas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: